Perjalanan Waktu di SMA Diponegoro Kisaran

Saya bukanlah siswa yang cerdas, hanya seorang remaja biasa yang tidak memiliki kelebihan apa-apa..

Hari saat pengumuman hasil UN SMP pun tiba. Sedikit sedih waktu itu, karena nilai nem saya hanya 31,8. Saya hanya bisa menatap kegembiraan terpancar dari wajah teman-temanku yang nemnya tergolong tinggi (ada yang 34, 35, 36 bahkan 37). Banyak teman-temanku yang pada waktu itu berniat untuk melanjutkan ke SMA negeri dikarenakan peluang mereka untuk masuk negeri tergolong besar. Heem…m, sebenarnya sejak duduk di kelas 3 smp, saya sudah berencana untuk melanjut ke salah satu sma negeri di kota kisaran yang jaraknya kira-kira 30 km dari tempat tinggalku.

Aku tahu ini sangat tidak mungkin, mendaftar ke salah satu sma negeri dengan nem yang tergolong rendah. He…..e..e, tapi gua nekat aja, gak salah toh ? setidaknya aku dah mencoba.
Pada saat pendaftaran aku tergolong pendaftar tercepat pada hari pertama loh..klo gak salah sih no 20an gitu. Waktu itu orang yang daftar masih dapat dihitung pake jari, yah namanya masih pagi kali ya. Tapi setidaknya dari beberapa orang yang daftar nemnya pada tergolong tinggi loh, bahkan ada yang 37 koma sekian. Oho…..o, yah, nem akulah pada saat itu paling rendah. Bahkan sempat salah seorang petugas berkata : ”kamu serius mau daftar ! ” Jiah…., sakit ati saya.
Yah, aku sih pasrah aja ”ya” jawabku.

Beberapa minggu kemudian adalah pengumuman, sebenarnya aku dah yakin pasti gak bakal diterima, klo diterima mah Puji Tuhan Banget. Kira-kira pukul satu aku sama seorang temanku pergi ke Kisaran untuk lihat pengumuman. Temanku ini sendiri dah menerima hasil pengumuman sehari sebelum aku dan ia berhasil masuk di SMAN 2 Kisaran. Waktu itu orang dah pada rame. Tak lama setelah kami tiba, pengumuman telah ditempelkan. Tapi benar namaku tidak ada di deretan daftar itu. Jelas toh, waktu itu saja nem terendah adalah 34 koma sekian. Teman saya bilang, sudah kamukan bisa coba daftar ditempat lain.

Terpaksa saya harus ngikutin kemauan orang tua. Mamak suruh saya daftar di sekolah swasta dikisaran ” SMA Diponegoro Kisaran” . Saya sebenarnya gak mau sekolah disana, mengingat biaya yang harus dikeluarkpun pasti besar. Mata pencharian ortu saya hanya pas-pasan. Tapi itu kemauan mereka apa boleh buat.
Sayapun mendaftar di SMA Diponegoro Kisaran, wah ternyata pake tes juga. Waduh…, gak lulus nanti kemana saya akan berlabu ?
Tapi ternyata saya lulus, kemudian disusul seleksi kelas, dua hari setelah pengumuman. Pada awal masuk sekolah ternyata ada 5 lokal kelas X nya. Saya gak nyangka masuk kelas yg atas, wih….h, padahal saya anak pemalas sewaktu smp. Oh ya, sebagian besar teman-teman dikelas saya adalah orang chinesse . Dari wajah-wajah mereka dapat ditebak bahwa mereka anak-anak yang cerdas begitupun anak anak pribuminya. Tapi ada seorang cewe yang paling tampak beda loh, namanya Nandini dari wajahnya terpancar kharisma tamilnya yang amat kental.

Setelah mos berlangsung selama 3 hari, kegiatan belajar aktifpun dimulai. Wah, saya amat kualahan mengikuti pelajaran, secara sejak smp saya paling malas belajar. Pernah waktu pidato bahasa inggris yang setiap hari diadakan bergiliran dikelas, saya macet speechnya karna saya gak biasa hapalin speech. Jika dibandingkan dengan 33 siswa dikelas itu mungkin akulah yang inggrisnya paling buruk. Pusing sekali saya saat itu. Bisa gak bisa saya ikutin aja belajar dikelas itu. Nilai saya sering sekali merah ketika ulangan.

Pada saat semester 2, saya dan beberapa teman saya harus rela diturunkan ke kelas X-2 dan X-3.Saya tetap enjoy aja meskipun teman-teman dikelas itu tidak begitu saya kenal. Karna saya kurang pandai bergaul. Rekan-rekan saya yang lain seperti(Desi, Indra dan Vemmi) sangat cepat beradaptasi dengan teman yang lain. Enam bulan berlalu dikelas X-3. Selanjutnya ujian semester genap tiba disusul ujian pemilihan program jurusan (Ipa/Ips). Dipo memang aneh dikarenakan jurusan IPA hanya satu lokal.

Pada saat pengumuman ternyata ada dua orang dari kelas kami yang masuk ipa yaitu: Aku dan Indra. Wah…., seneng juga seh ^o^
Jumpa lagi sama
teman lamo.
Di sini ada hal yang menarik loh. Apa yah..?
1. Trio bass Doni, Zull dan Niko bersatu lagi. Perlu diketahui bahwa trio bass ini paling sering digunain oleh Smadi Choir. kualitas trio bass ini tidak diragukan lagi loh, terlebih bassnya Doni Damora buat kuduk merinding.
2. Kelas xi-ipa memiliki 2 tenor handal yaitu: Erik dan Indra.

3. Kehadiran Herizal Bakti dan Lizha pun menambah personil pks dan pidatowan handal xi ipa.

Untuk informasi mengenai siswa/i kelas xi ipa klik link dibawah ini :

http://www.wisnu-saputra.co.cc/2012/05/kelas-xi-ipa-sma-diponegoro-kisaran.html?m=1

Tanpa terasa kini kami telah kelas xii. Waktu terasa begitu cepat….
He….e…..ee..
hopefully good things will happen in this class.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s