Balada Hidup Seorang Anak Muda

BALADA HIDUP SEORANG ANAK MUDA

                                                              

                                                                Karya : Niko Nababan

 

Pada suatu senja

Gemerak air, angin bersiul, burung berkicau

Menandakan dunia penuh dengan suara

Mata ku terbuka diatas kuningnya sinar matahari

Ini merupakan hari – hari ku, mengikuti jejak langkah

Yang telah ku pijakkan sebelumnya

 

Aku berjalan, melangkah menuju batang hari yang tak pernah berhenti

Sambil aku menuju taman bunga untuk melepaskan penat

Ku rebahkan tubuhku diatas hijaunya rumput di taman itu

Sesekali ku pandangi jam ditangan ku yang mengiringi bergantinya waktu

Tak pernah sekalipun terpikir oleh ku melawan berjalannya waktu

Semua hanya terjadi sekali, hidup cuma satu kali pikir ku

 

Aku terbangun dari lamunan ku

Tiba – tiba sosok tua yang kekar duduk disampingku

Sambil menikmati sore itu, tak lepas pandangannya pada buku yang dibawanya

Ia tidak berkata dan bersuara

Sejenak ia bangkit dan memberi buku yang dibacanya kepada ku

 

Aku berfikir dalam hati, untuk apa dia memberikan buku ini kepada ku

Aku bukanlah sosok penyair, Aku juga bukanlah sosok penulis

Mencipta syair dan mengurat ilmu pada lembaran kertas

Tak pernah terfikir olehku

Pernah terbaca olehku mengenai sejarahwan Eropa Sir Issac Newton

Menghabiskan hidupnya hanya untuk belajar, membaca, belajar dan terus membaca

Bagiku itu merupakan hal terhebat dan tak semua orang dapat melakukannya

 

Tak kala waktu sudah berganti

Mata ku seolah berkata kemana aku akan memandang

Aku tersorot pada meja ku berkaki empat

Diatasnya tertata rapi buku – buku yang tak pernah ku baca sebelumnya

 

 

 

Aku melangkah, seolah ada bisikan hati untuk meraihnya

Perlahan tapi pasti aku duduk diatas bangku ku

Dan ku ambil satu dari buku itu

 

Aku baca buku itu

Mata ku bertanya – tanya seolah ada pada dunia baru

Perlahan aku membaca lembar demi lembarnya

Aku merasa tidak ada yang aneh pada diriku saat aku membacanya

Bagi ku semua biasa – biasa saja

 

Seiring berjalannya waktu

Aku merasa hidupku begitu berarti

Pikiran ku untuk tidak melawan waktu ku buang jauh

Orang yang selalu bertimbun dalam gemilang harta saja kelak akan bosan

Tapi lain hal-nya dengan ku kini, dengan timbunan buku tak pernah aku merasa bosan

Dengan timbunan ilmu dalam buku aku tak akan sempat merasa jenuh ataupun gelisah

 

Mejaku berkaki empat kini bagaikan taman bunga

Aku menikmati aroma yang dipancarkan dari jilid demi jilid buku, yang memberi kepuasan tersendiri bagi ku

Dunia yang dulu sempit kini menjadi lebih luas

Membaca membuatku menemukan jati diriku sesungguhnya

Serta membawa ku kedalam dunia yang penuh dengan pustaka

 

Wahai sahabatku

Buku itu adalah denyut nadi utama

Buku juga merupakan puspa yang menawan, nyaman dan mesranya bagaikan sebuah simponi

Membaca juga menjadi jembatan masa depan

Buku merupakan gudang pengetahuan

Dan membacanya merupakan kunci gudang tersebut

Semua akan terwujud dan nyata

Jika kita mau membacanya

Mari kita wujudkan kabupaten asahan menjadi lautan ilmu dengan gemar membaca

 

2 pemikiran pada “Balada Hidup Seorang Anak Muda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s